Kamis, 25 Juli 2013

SANG POHON

Di ladang yang rindang nan tandus
Bibit Kehidupan tumbuh tanpa sambut
Kering tersengat sang surya
Terayun angin yang menerpa
Akar pun tetap tertahan kokoh kuat
Hari jadi minggu jadi bulan jadi tahun
Kini ku bukan bibit lemah kemayu
Ku menjadi penutup selaksa ladang dari sang surya
Ku menjadi penahan selaksa ladang dari hembusan sang angin
Kini penjuru ladang menganggapku ada
Hingga diriku menjadi seribu dan menjadi indah bagi penjuru

Jumat, 17 Mei 2013

Smoking Shisha


There are many peoples like smoking shisha because for a change of smoking cigarettes. Shisha is water pipe, Very popular in Arabic country, where the tobacco with fruits aroma is burned use charcoal, than  smoke through a tube contain water and the smoke slurp by pipe.
They says that shisha is less dangerous but I disagree with that. Why ?
Smoking shisha also not good for health, some one who smokes shisha can be destroyed by deseases cause the shisha contain Carbon Monoxide compound who very dangerous for health.
Carbon Monoxide produced by Shisha at least four times higher  than smoking one piece cigarette in one suck. Actually, the high contain of Carbon Monoxide can make damage the brain dan make unconscious.
Carbon Monoxide can poisoned the blood of human. The blood that have been poisoned by Carbon Monoxide cannot be carry Oxygen that needed by all of organ of the body included brain.

Minggu, 31 Maret 2013

Kewajiban Mahasiswa Memiliki Sikap Konstruktif dan Dialogis


Budaya akademik merupakan sebuah hal yang harus dimiliki seseorang yang menuntut ilmu. Dalam dunia perkuliahan budaya akademik wajib dimiliki oleh setiap mahasiswa karena merupakan sebuah dasar yang akan nantinya memiliki manfaat kedepannya. Hal ini memiliki manfaat yang besar baik bagi personal maupun kepada masyarakat luas.
Budaya akademik sendiri memiliki 13 unsur didalamnyya yang meliputi, kritis, kreatif, objektif, analitis, konstruktif, dinamis, dialogis, bersedia dikritik, menghargai prestasi akademik, bebas dari prasangka, menghargai waktu, memiliki dan menjunjung tinggi tradisi ilmiah. Semua unsur inilah yang wajib dipelajari bahkan diterapkan oleh mahasiswa.
Dari 13 unsur budaya diatas ada beberapa unsur yang menarik untuk dibahas yaitu mengenai konstruktif dan dialogis. Yang pertama adalah konstruktif. Konstruktif adalah sebuah sikap dimana kita harus memiliki jiwa membangun untuk diri sendiri ataupun orang lain. Unsur ini sangatlah sulit ditemukan di jaman ini karena berbagai faktor. Mungkin ada disini mahasiswa-mahasiswa yang memiliki unsur konstriktif dimana dia selalu membangun baik dalam bentuk ucapan maupun tindakan.
Konstruktif sendiri dapat juga diambil contoh ketika kita sedang dalam diskusi namun mencapai kebuntuan, inilah peluang kita untuk memberi masukan-masukan atau ide-ide membangun. Konstruktif sendiri bisa juga dibilang sebagai penyemangat dalam arti ketika teman atau kerabat kita sedang dirundung duka kita gunakan unsur ini seperti menghibur atau memberi semangat dengan begitu unsur konstruktif memiliki banyak efek dikalangan mana saja terutama dalam perkuliahan.
Selain konstruktif ada juga yang disebut dialogis. Dialogis merupakan sebuah interaksi dua individu yang memiliki timbal baik antar sesamanya. Unsur dialogis ini juga harus dimiliki oleh para mahasiswa terutama dikehidupan sosial dikampusnya. Maka dari itu unsur dialogis sangat berpengaruh dalam kehidupan kampus.
Dalam menerapkan dialogis dalam kehidupan dikampus dapat dikatakan susah-susah mudah dikarenakan harus ada adaptasi dari tiap-tiap individu mahasiswa. Ketika awal berkenalan tidak bisa disangkal bahwa masing-masing individu pasti akan merasa canggung dan tidak percaya diri, namun perlahan-laha seiring waktu berjalan interaksi itu akan menjadi lebih erat dikarenakan adanya timbal balik atau feed back.
Timbal balik inilah yang akan menimbulkan unsur positif sehingga kedua individu ini memiliki hubungan yang lebih erat. Dari hubungan ini menunjukan bahwa dialogis sangat dibutuhkan dalam perkuliahan karena dari unsur dialogis inilah tiap individu akan mengenal yang namanya dunia sosialisasi.