Jumat, 17 Mei 2013

Smoking Shisha


There are many peoples like smoking shisha because for a change of smoking cigarettes. Shisha is water pipe, Very popular in Arabic country, where the tobacco with fruits aroma is burned use charcoal, than  smoke through a tube contain water and the smoke slurp by pipe.
They says that shisha is less dangerous but I disagree with that. Why ?
Smoking shisha also not good for health, some one who smokes shisha can be destroyed by deseases cause the shisha contain Carbon Monoxide compound who very dangerous for health.
Carbon Monoxide produced by Shisha at least four times higher  than smoking one piece cigarette in one suck. Actually, the high contain of Carbon Monoxide can make damage the brain dan make unconscious.
Carbon Monoxide can poisoned the blood of human. The blood that have been poisoned by Carbon Monoxide cannot be carry Oxygen that needed by all of organ of the body included brain.

Minggu, 31 Maret 2013

Kewajiban Mahasiswa Memiliki Sikap Konstruktif dan Dialogis


Budaya akademik merupakan sebuah hal yang harus dimiliki seseorang yang menuntut ilmu. Dalam dunia perkuliahan budaya akademik wajib dimiliki oleh setiap mahasiswa karena merupakan sebuah dasar yang akan nantinya memiliki manfaat kedepannya. Hal ini memiliki manfaat yang besar baik bagi personal maupun kepada masyarakat luas.
Budaya akademik sendiri memiliki 13 unsur didalamnyya yang meliputi, kritis, kreatif, objektif, analitis, konstruktif, dinamis, dialogis, bersedia dikritik, menghargai prestasi akademik, bebas dari prasangka, menghargai waktu, memiliki dan menjunjung tinggi tradisi ilmiah. Semua unsur inilah yang wajib dipelajari bahkan diterapkan oleh mahasiswa.
Dari 13 unsur budaya diatas ada beberapa unsur yang menarik untuk dibahas yaitu mengenai konstruktif dan dialogis. Yang pertama adalah konstruktif. Konstruktif adalah sebuah sikap dimana kita harus memiliki jiwa membangun untuk diri sendiri ataupun orang lain. Unsur ini sangatlah sulit ditemukan di jaman ini karena berbagai faktor. Mungkin ada disini mahasiswa-mahasiswa yang memiliki unsur konstriktif dimana dia selalu membangun baik dalam bentuk ucapan maupun tindakan.
Konstruktif sendiri dapat juga diambil contoh ketika kita sedang dalam diskusi namun mencapai kebuntuan, inilah peluang kita untuk memberi masukan-masukan atau ide-ide membangun. Konstruktif sendiri bisa juga dibilang sebagai penyemangat dalam arti ketika teman atau kerabat kita sedang dirundung duka kita gunakan unsur ini seperti menghibur atau memberi semangat dengan begitu unsur konstruktif memiliki banyak efek dikalangan mana saja terutama dalam perkuliahan.
Selain konstruktif ada juga yang disebut dialogis. Dialogis merupakan sebuah interaksi dua individu yang memiliki timbal baik antar sesamanya. Unsur dialogis ini juga harus dimiliki oleh para mahasiswa terutama dikehidupan sosial dikampusnya. Maka dari itu unsur dialogis sangat berpengaruh dalam kehidupan kampus.
Dalam menerapkan dialogis dalam kehidupan dikampus dapat dikatakan susah-susah mudah dikarenakan harus ada adaptasi dari tiap-tiap individu mahasiswa. Ketika awal berkenalan tidak bisa disangkal bahwa masing-masing individu pasti akan merasa canggung dan tidak percaya diri, namun perlahan-laha seiring waktu berjalan interaksi itu akan menjadi lebih erat dikarenakan adanya timbal balik atau feed back.
Timbal balik inilah yang akan menimbulkan unsur positif sehingga kedua individu ini memiliki hubungan yang lebih erat. Dari hubungan ini menunjukan bahwa dialogis sangat dibutuhkan dalam perkuliahan karena dari unsur dialogis inilah tiap individu akan mengenal yang namanya dunia sosialisasi. 

Minggu, 27 Januari 2013

Keluhan Sang Petani



Keluhan Sang Petani
Arya Hasa Kuswiratama
 
          Kala senja mulai menyelimuti ladang padi dan angin yang mulai berhembus tak beraturan. Terlihat seorang petani yang tertunduk murung di saung yang terlihat kumuh ditengah ladang padi. Dari jauh terlihat seorang wanita berkebaya menghampiri seorang petani tersebut yang ternyata adalah istri sang petani.
“Pak, ayo pulang sebentar lagi hari makin gelap!” ujar sang istri.
          Kemudian sang petani tersentak kaget atas perkataan istrinya, seraya ia berkata.
“Eh ibu, mengagetkan bapak saja.”
Sang istri berkata “Mikir apa toh pak?”
Sang petani diam saja saat ditanya istrinya.
“Paaak! Kok diam aja ditanya ibu?” ujar ibu.
“Hmm bapak lagi bingung memikirkan nasib sawah kita, kian hari makin mengering sawah kita yang membuat hasil panen kita berkurang drastis padahal hanya ini usaha kita agar bisa menghidupi keluarga kita” jawab sang petani.
“Yang sabar pak, kita bercocok tanam disini juga sudah patut kita syukuri” ujar sang ibu menghibur suaminya.
“Iya juga bu, namun bapak terkadang merasa kesal karena disekitar ladang ini mulai dibangun bangunan industri yang dampaknya mengenai kita” keluh sang petani.
“Ibu bisa mengerti pak, namun ini semua sudah direncanakan oleh orang-orang yang lebih tinggi dari kita. Meskipun begitu baik kita ataupun mereka juga sama-sama saling membutuhkan, kita butuh alat teknologi yang mereka buat untuk sawah kita dan mereka juga butuh kita sebagai orang yang memproduksi beras.” Tutur sang ibu.
“Kalo dipikir-pikir benar juga bu, meskipun penghasilan kita sedikit dari panen ini kita masih bisa menjalani hidup ini meski hanya untuk makan dan juga yang paling kita syukuri adalah anak-anak kita selalu mendapat beasiswa dalam pendidikannya sehingga tidak terlalu ada beban mengenai biaya pendidikan anak kita.” gumam sang petani.
“Iya pak, semua yang kita jalani ini pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Allah swt pasti akan memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya” ujar sang ibu.
“Oh iya, udah mulai gelap bu mari kita pulang, pasti anak-anak telah menunggu kita” ajak sang petani.
“Iya pak” jawab sang ibu sambil tersenyum kepada sang suami.
          Akhirnya sang petani dan istrinya meninggalkan ladang padi dan kembali ke rumah mereka dengan rasa syukur atas apa yang mereka miliki.
-SELESAI-